Gaji Programmer Itu Gede!

Belakangan ini banyak sekali pertanyaan dan pernyataan bahwa “gaji programmer itu gede” yang mungkin merupakan wujud dari keingin-tahuan dan minat banyak orang untuk mengetahui pekerjaan sebagai programmer itu seperti apa atau bahkan menjadi programmer. Hal ini ditandai dengan semakin banyak perguruan tinggi, bahkan sekolah menengah kejuruan yang berlomba-lomba menarik minat para calon mahasiswa dan siswa dengan branding mencetak lulusan yang menguasai pembuatan software. Para calon mahasiswa dan siswa mendengar banyak informasi tentang siapapun yang bekerja sebagai programmer dan mendapatkan gaji yang notabene lebih besar dibanding dengan profesi umum yang lain, bahkan “gaji gede” tersebut bisa diraih dalam waktu yang sangat cepat.

Kalo di game Rise of Nations yang pernah populer di sekitar tahun 2005, ibaratnya saat ini kita sedang dalam proses migrasi dari Modern Age ke Information Age. Saat ini yang menjadi fokus banyak orang adalah membangun infrastruktur, mengisi informasi kemudian men-drive manusia untuk berinteraksi menggunakan teknologi digital dan mengkonsumsi informasi yang menurut mereka menarik atau dibutuhkan.

Jadi kenapa profesi programmer populer adalah karena kebutuhan untuk membangun infrastruktur di “Information Age” ini sangat besar. Sama seperti terjadi pada awal kebangkitan Indonesia saat menuju kemerdekaan, pernah pada saat itu profesi yang sangat populer (bahkan cenderung prestisius) adalah profesi Dokter, bahkan Boedi Oetomo didirikan oleh para mahasiswa Stovia yang merupakan sekolah Dokter di jaman itu. Mungkin inilah kenapa anak-anak SD jaman dulu, ketika ditanya cita-citanya pengen jadi apa, “menjadi Dokter” adalah yang paling sering kita dengar, kemudaian “menjadi Insinyur” yang mungkin merupakan pengaruh setelah era kemerdekaan ketika Indonesia membutuhkan sebanyak-banyaknya engineer untuk membangun infrastruktur fisik negara.

Kembali lagi ke topik gaji profesi programmer sebelum melebar kemana-mana, intinya ladang pekerjaan programmer saat ini sedang dalam ukuran yang luas dan volume yang besar. Mulai dari personal project, perusahaan start-up sampai korporasi raksasa yang sudah mapan, saat ini sedang membutuhkan programmer untuk membangun, mengembangkan atau sekedar maintenance sistem dan produk yang mereka gunakan atau kembangkan. Dan dengan range gaji mulai dari standar UMR hingga mencapai dua digit dengan kepala 2 atau bahkan 3, dan yang menggunakan standar rupiah hingga dollar. Menggunakan bahasa programming lawas hingga yang bleeding-edge, atau open source hingga yang lisensi berbayar.

Berdasarkan analisa yang telah dilakukan, beberapa faktor dibawah ini merupakan faktor utama yang menentukan besarnya gaji seorang programmer. Pertama kita tinjau dulu dari sisi employer (pemberi pekerjaan), dengan memperhatikan faktor-faktor berikut ini:

How much money they could spend
Situasi awal adalah employer memiliki modal kemudian melakukan alokasi budget untuk membuat software yang diinginkan, atau employer membutuhkan software kemudian mengusahakan budget untuk membuat software. Kita bisa mencari-cari tahu dan memberikan asumsi tentang budget yang akan dialokasikan menjadi gaji programmer dengan mencari tahu seberapa luas koneksi dan jaringan employer, apakah ada partner atau pendana dibalik employer, dan perkiraan besar asset yang dimiliki oleh employer.

How much they understand how to program
Jika employer memahami seberapa sulit dan seberapa besar skill atau kompetensi yang dibutuhkan termasuk waktu dan biaya yang diinvestasikan untuk belajar membuat program hingga seberapa sering programmer harus meng-update skill yang mereka miliki dengan perkembangan yang sangat cepat, asumsinya mereka akan lebih menghargai profesi programmer. Penghargaan terhadap profesi ini diwujudkan dengan seberapa besar gaji yang mereka tawarkan ke calon programmer yang ingin mereka hire. Dan perlu diketahui bahwa kadang ada employer yang kurang menghargai profesi programmer karena menganggap pembuatan sesuatu yang terlihat simple meskipun sebenarnya sangat rumit “dibelakang”, namun kadang ada yang lebai juga menganggap profesi programmer itu sangat canggih dan memberikan penawaran yang kurang menguntungkan si employer.

How well they recognize your skills
Employer atau human resource department team yang melakukan recruitment kadang tidak tahu menahu bagaimana mengukur skill seorang programmer, kadang ada yang tahu setengah-setengah, tapi ada juga yang sangat mengetahui secara mendalam untuk mengukur skill tersebut, bahkan si employer sendiri adalah seorang programmer atau mantan programmer. Jika proses recruitment sangat “ribet” dari psikotest sampai live coding, kemungkinan besarnya adalah sistem penyaringan memang diusahakan setepat sasaran mungkin. Tapi kadang ada juga proses recruitment yang hanya dilakukan dengan interview singkat namun sudah dapat menilai dengan tepat skill seorang programmer. Ketika mereka sudah final melakukan penilaian terhadap skill seorang programmer, dari situlah penentuan range gaji ditentukan. Semakin mereka menganggap skill seorang programmer bagus, tentunya akan semakin besar pula range gaji yang mereka alokasikan.

How urgently-desperated they need you
Kadang ada suatu situasi yang membuat employer harus segera mendapatkan programmer karena beberapa alasan tertentu, ketika tiba-tiba ada pekerjaan yang harus segera diselesaikan dimana waktu yang tersedia sudah semakin menipis atau hal-hal lain yang sifatnya mendesak. Si employer kadang harus menawarkan benefit berupa gaji yang besar untuk menarik calon programmer, atau bahkan untuk meng-hijack programmer dari tempat lain agar mau berpindah pekerjaan. Situasi ini kadang berujung positif atau negatif ke programmer yang nanti direkrut. Ketika pekerjaan selesai tepat waktu dengan hasil maksimal, maka everyone is happy, tetapi jika tidak maka employer akan kecewa dan programmer juga berkurang kredibilitas dan reputasinya karena dengan ekspektasi berdasarkan hasil negoisasi yang tidak dipenuhi.

Faktor-faktor tersebut adalah tinjauan dari sisi employer yang dianggap paling mempengaruhi besar-kecilnya gaji yang ditawarkan. Selanjutnya, faktor-faktor berikut ini adalah tinjuan dari sisi pencari pekerjaan yang dalam hal ini adalah programmer.

How well you understand what they want
Seseorang yang menginginkan atau membutuhkan sesuatu, tidak bisa dipastikan bisa mendeskripsikan dengan tepat apa yang ada didalam otak mereka. Beberapa orang bisa mendeskripsikan dengan tepat, tetapi ada juga yang ngalor-ngidul kemana-mana kemudian orang yang mereka beri penjelasan jadi menangkap hal lain yang lebih penting dari yang sebenarnya dipikirkan. Kemudian, beberapa orang hanya menjelaskan dengan singkat karena tidak mempunyai cukup waktu atau kurang memahami apa yang harus dikatakan.
Dalam situasi seperti ini, seorang programmer harus sedikit lebih random dan melakukan analisa yang lebih mendalam tentang situasi si pemberi pekerjaan dan pekerjaan itu sendiri, sebelum dan selama mendiskusikan software yang akan dikembangkan. Seseorang dengan jam terbang yang cukup tinggi akan mampu menangkap apa yang diinginkan, ini seperti teori “10.000 hours” dan “Thin Slicing” yang dicetuskan oleh Malcolm Gladwell. Selain kemampuan kita memahami dengan cepat, pengalaman yang cukup akan sangat membantu programmer untuk mengidentifikasi sesuatu masalah atau keinginan dalam rentang waktu yang bahkan sangat cepat.

How fast you deliver things
Dalam pekerjaan apapun, semua orang menyukai pekerjaan yang diselesaikan dengan cepat. Pekerjaan yang selesai dengan cepat akan memberikan banyak keuntungan bagi employer, mereka akan bisa masuk ke eksekusi dan membuat planning di step selanjutnya, employer juga akan merasa lebih percaya diri dengan situasi seperti ini. Apalagi jika pekerjaan selesai sebelum deadline yang sudah ditentukan, jika modal si employer banyak, biasanya mereka akan memberikan bonus juga terkait hasil pekerjaan si programmer ini.
Tetapi jika pekerjaan tidak selesai dalam waktu yang sudah ditentukan, maka budget untuk gaji programmer yang harus dialokasikan juga akan bertambah, pekerjaan lain yang bergantung ke software juga harus ditunda, pekerja di divisi, departemen atau bagian lain juga harus menunggu atau tidak bisa mengerjakan sesuatu yang lain sehingga mereka memakan gaji buta. Ujung-ujungnya adalah duit yang harus dikeluarkan adalah hal yang bisa diukur dan dihitung berkaitan dengan untung-rugi yang terjadi dalam hal kecepatan penyelesaian pekerjaan.

How correct the result of your works
Selain cepat, pekerjaan yang dihasilkan oleh seorang programer juga harus sesuai dengan yang dibutuhkan dan diinginkan. Disini terdapat korelasi antara poin pertama tentang memahami apa yang diinginkan oleh employer dengan apa yang dihasilkan dan dikerjakan oleh programer berdasarkan apa yang dipahami tersebut. Programer dituntut untuk bisa melakukan perkiraan dan perencanaan yang akurat sebelum memulai pekerjaan dengan mempertimbangkan beban dan volume pekerjaan, tingkat kesulitan hingga antisipasi faktor X yang mungkin muncul dalam pekerjaan sehingga berujung pada hasil pekerjaan yang maksimal dan sesuai.

Be a loyal employee
Pemberi pekerjaan mungkin akan mengalami masalah, hambatan atau kesulitan diluar yang sudah dibayangkan sebelumnya sehingga hal ini akan melibatkan effort lebih dalam eksekusi pekerjaan yang pada akhirnya melibatkan si Programmer. Effort lebih tersebut tentunya akan menyebabkan Programmer harus bekerja diluar perkiraan dalam hal beban pekerjaan, waktu pekerjaan hingga scope pekerjaan. Dan disini loyalitas Programmer diuji, apakah sanggup untuk dihubungi tengah malam untuk melakukan pekerjaan yang sifatnya urgent, apakah bersedia untuk melakukan pekerjaan diluar scope atau diluar beban yang telah disepakati dsb. Semakin loyal programmer, tentunya akan semakin membantu employer, semakin employer merasa terbantu, tentunya tingkat kepuasan mereka juga akan semakin tinggi. Jadi, selain kepuasan terhadap hasil pekerjaan, kepuasan yang merupakan sifatnya hubungan personal antara employer dan programer juga akan terbangun. Ketika programer loyal dan employer merasa puas terhadap pekerjaan yang dihasilkan, tidak jarang mereka akan memberikan bonus-bonus tertentu.

Berikut ini tambahan yang merupakan pendapat subjektif saya pribadi:
Programming is visualizing abstract things then make it happen through logical thinking. Programming is something between science and art. Programming is a skill with talent-flavoured-passion. Programming is not that easy and Programming won’t make you rich unless you’re working in a company like Google or Facebook.

  • Muhammad Randy Chaniago

    izin share

    sekalian mampir ke siniedisuryanegaraharahapblog

  • mahrizal

    paragraph nya mas saya quote ya
    saya share di fb
    bagus soalnya
    makasih

  • joe

    wah mas dimas ini merendah saja, gaji programmer disini mungkin kecil, tapi dia pny power untuk bikin sesuatu apapun yg dia suka dg modal laptop dan internet

blog comments powered by Disqus