Bitcoin, Kekayaan Penciptanya Setengah Kekayaan Hary Tanoe

Bitcoin pertama kali diperkenalkan ke publik pada tahun 2009 dimana ide dan pencipta awalnya adalah dari seseorang yang menggunakan identitas bernama Satoshi Nakamoto. Identitas tersebut bersifat pseudonym atau samaran, tapi bukan berupa identitas palsu. Iya, identitas samaran dan identitas palsu sama-sama fiktif namun berbeda jika dilihat dari tujuan dibuatnya identitas tersebut.

Bitcoin sendiri dari awal sering menjadi fenomena yang menyita perhatian banyak kalangan dan mulai banyak digunakan untuk transaksi barang dan jasa yang bersifat online. Bahkan Pornhub sampai merilis versi Bitcoin mereka sendiri yang diberi nama Titcoin dengan singkatan TIT. Serius.

Tetapi di sisi lain masih banyak orang awam yang hanya sekedar mendengar istilahnya saja dan belum paham apa sebenarnya Bitcoin itu dan bagaimana Bitcoin bekerja. Agar tidak salah sangka, sebaiknya pemahaman tentang Bitcoin, perlu diperjelas dulu dimana secara singkat Bitcoin dapat dikatakan sebagai mata uang digital, tapi digital yang seperti apa?

Sebenarnya untuk memahami Bitcoin, kata kuncinya adalah sifat-sifat dari bitcoin itu sendiri yang pada dasarnya adalah: mata uang, elektronis, kriptografis dan peer-to-peer.

Mata uang adalah seperti dirham, rupiah, atau dolar yang pada dasarnya adalah sistem alat tukar dalam transaksi barang atau jasa dalam nilai-nilai tertentu.

Elektronis adalah tentang wujudnya yang ghaib (ada tapi tidak bisa dirasakan dengan panca indera), tetapi walaupun ghaib bisa digunakan dan diterima banyak pihak.

Kriptografis sebenarnya adalah teknik berkomunikasi dengan metode pengamanan tertentu dimana hanya pihak pengirim dan penerima saja yang bisa mengetahui walaupun informasi itu bocor, semisal seorang anggota Hassasin yang tertangkap didalam misi sebuah misi asasinasi tidak akan menghasilkan informasi apapun dalam interogasinya karena semua perintah sudah disandikan dengan kode atau mekanisme tertentu (sepertinya analoginya kurang mengena), atau seperti Enigma yang digunakan pada Perang Dunia I oleh Jerman untuk menyandikan pesan-pesan rahasia walaupun akhirnya bisa diterjemahkan oleh Inggris namun dengan usaha dan biaya yang tidak sedikit.

Peer-to-peer adalah hubungan fungsi yang terjadi secara langsung tanpa ada perbedaan secara derajat, kasta, atau strata (seperti manusia yang di mata Tuhannya adalah sama) dan mereka saling berinteraksi dalam peran yang dianggap sama. Tidak seperti struktur piramida yang dianut oleh kaum Iluminati yang bahkan menggunakan piramida sebagai lambangnya (OK sorry, jadi kemana-mana).

Tetapi sepertinya sifat-sifat yang disebutkan diatas belum cukup memberikan gambaran yang jelas tentang penafsiran dan pemahaman dari Bitcoin jika tidak ada contoh praktis tentang bagaimana Bitcoin bekerja.

Kita mulai dari sini; bahwa terdapat banyak pengguna yang memiliki akun/address/dompet dimana setiap pemindahan sejumlah nilai mata uang Bitcoin dari satu pengguna ke pengguna yang lain, akan menghasilkan sebuah kode transaksi. Kode ini dibuat dalam algoritma matematis yang cukup rumit dan kompleks namun bisa dipecahkan menggunakan operasi yang dilakukan dengan sumber daya yang ada pada sebuah mesin komputer. Operasi ini memungkinkan karena pada dasarnya, pemecahan kode tersebut menggunakan alur berfikir logis dan matematis seperti yang dasar ilmunya diajarkan oleh bapak algoritma, Al Khawarizmi.

Kode ini harus dipecahkan oleh beberapa komputer yang terhubung ke jaringan Bitcoin, dimana komputer pemecah kode transaksi tersebut mendapatkan pecahan kecil nilai mata uang baru yang tentunya secara absah menjadi milik pengguna yang menggunakan komputer-komputer tersebut.

Dalam setiap transaksi, dibuatlah kode transaksi yang disimpan dalam buku besar dan dipecahkan oleh para pengguna yang ingin melakukan pemecahan, sehingga jumlah nilai keseluruhan di dalam Bitcoin bertambah karena setiap pengguna yang memecahkan mendapatkan sejumlah nilai mata uang baru.

Namun penambahan jumlah mata uang dan pembagiannya pun dikendalikan oleh algoritma dari sistem Bitcoin itu sendiri, dimana pada suatu masa jumlah nilai bitcoin yang beredar akan dibatasi dan tidak bisa bertambah lagi, karena jika jumlahnya tidak terhingga sudah pasti akan terjadi kiamat pada sistem ini dimana bisa dipastikan akan terjadi penurunan nilai mata uang (inflasi) yang kontinyu secara terus menerus, lebih parah dibanding seperti yang terjadi pada mata uang dollar Zimbabwe yang besarannya menjadi naudzubillah tapi nilainya tidak berarti apa-apa.

Seperti sudah disinggung sebelumnya, bahwa semua pengguna berada dalam kedudukan dan fungsi yang sama. Tidak seperti sistem keuangan yang menggunakan riba sebagai penggerak dari semua aktifitas yang dilakukan, bahwa terdapat struktur dimana terdapat bank-bank level cabang yang berhadapan langsung dengan pengguna yang tunduk dan takluk pada perintah yang diberikan oleh level diatasnya, dan kemudian ada lagi petingginya yaitu bank sentral.

Riba sendiri dalam definisi sederhana menurut pemahaman saya pribadi, menurut pemahaman secara bahasa artinya adalah tambahan, yang secara singkat dapat dimaksudkan sebagai penambahan jumlah pembayaran yang dilakukan dalam pelunasan kewajiban atau tanggungan hutang atau pertukaran barang atau uang.

Hubungannya dengan yang kita bahas adalah; jika riba diturunkan berdasarkan kategori dan kasus-kasus yang ada, maka sekian persen bunga bank yang harus dibayarkan ketika melakukan pembayaran hutang kepada bank dapat dikategorikan ke dalam riba. Nah loh!

Dalam penerapan dan keseharian di dalam masyarakat kita umum ditemui dengan apa yang disebut sebagai rentenir atau lintah darat yang membebani (atau menambah?) nilai lebih piutang yang diberikan kepada orang-orang yang meminjam, namun dalam skala yang lebih TSM; terstruktur, sistematis dan masif (sejak kapan ya istilah ini menjadi sangat deskriptif dan definitif) kita menemui apa yang disebut dengan bank. Iya, bank.

OK, untuk mempersingkat pembahasan dan melakukan penghakiman terhadap bank, maka bisa dikatakan bahwa bank adalah institusi yang merupakan pengeja wantahan (atau pengejawantahan ya) dari riba yang tersistem karena diatur oleh kekuatan politik dalam bentuk sistem pemerintahan yang biasanya tidak berbasis khilafah. Menggunakan bunga sebagi pemacu dan pemicu aktifitas ekonomi dalam wilayah yang dinaunginya dan juga dengan wilayah-wilayah lain yang berhubungan dalam kegiatan-kegiatan perekonomiannya.

Dengan adanya bank, maka sistem perekonomian menjadi tersentralisasi (atau teregulasi?). Dan negara-negara dengan perekonomian terkuat yang notabene kafir (menurut pandangan islamis fundamentalis, moderat dan liberal, eh semua dong)-lah yang memegang kendali, dollar Amerika yang dikuasai oleh kaum Yahudi menjadi arah penentu pergerakan perekonomian dunia.

Bahkan menurut teori pemufakatan jahat yang juga banyak dipercayai, sahabat Presiden Soekarno, Presiden Kennedy pun ditembak mati pada tahun 1963 karena ingin memindahkan kuasa yang dimiliki oleh the Fed (Federal Reserve) yang menjadi pusat sistem perbankan Amerika dan dikuasai oleh orang-orang Yahudi kepada Department of the Treasury.

Keluarga Rotschild sebagai dedengkot Yahudi termasuk antek-anteknya, melalui Amerika sebagai perpanjangan tangannya selalu memiliki alasan (atau kalau belum ada alasan bisa dicari dan diciptakan dahulu) untuk menginvasi negara-negara yang belum mengadopsi sistem pemerintahan demokrasi dan yang lebih penting belum dikuasai oleh sistem perbankan berbasis riba yang dikuasainya.

Menurut teori pemufakatan jahat lagi, pada tahun 2000 terdapat 7 (tujuh) negara dimana Rotschild belum menguasai Bank Sentral-nya, yaitu: Afghanistan, Irak, Sudan, Libia, Kuba, Korea Utara dan Iran. Sampe tahun 2003, Afghanistan dan Irak sudah ditaklukkan. Kemudian sampe 2011 Sudan dan Libia juga sudah takluk. Jadi tinggal Kuba, Korea Utara dan Iran. Akhir Maret 2016 kemaren Obama juga sudah jalan-jalan ke Kuba mungkin ingin “memperbaiki relasi” dengan jalan diplomasi, walaupun ternyata sempat direspon oleh Fidel Castro yang menyatakan kurang lebih “gue ga butuh apapun dari lo”.

Bahkan di era krisis masa kejatuhan Orde Baru, George Soros yang notabene adalah orang Yahudi juga dituduh telah melakukan… Ahhh sudahlah, jadi apa hubungannya dengan Bitcoin?

Jadi kenapa dibahas sampai kesana-kemari, adalah kalau bank dikontrol oleh beberapa entitas kecil yang menguasainya, maka terdapat potensi penyalahgunaan dari kekuasaan tersebut untuk ke-enak-an entitas kecil itu dan ke-tidak-enak-an entitas lain sisanya. Karena percaya atau tidak, sebenarnya dunia ini pada kenyataannya digerakkan dan dikendalikan oleh hawa nafsu dan ketamakan manusia, bukan logika dan siasat. Jika ada pihak lain yang mengancam atau berusaha mengambil alih kuasa tersebut, bisa dipastikan akan selalu makan korban.

Bitcoin merupakan anti-klimaks dari bank, kenapa begitu? Karena peer-to-peer maka tidak ada satu pihak pun yang mempunyai kuasa lebih atas yang lainnya, tidak ada pihak yang memungut biaya dalam setiap transaksi, tidak ada uang mengendap (floating money) yang diputar lagi untuk mendapatkan keuntungan atau sekedar dipinjamkan kemudian menarik bunga dari pinjaman tersebut, atau keuntungan lain dengan cara lainnya. Walaupun sebenarnya tidak bisa dibandingkan secara apple-to-apple karena bank memiliki fungsi sebagai regulator juga, selain untuk mengeluarkan dan mengatur mata uang.

Tapi ada tidak ya yang lebih praktis dan bisa lebih dipastikan selain menggunakan mekanisme bunga bank? Selain dengan cara membebani peminjam dengan persentase bunga tertentu dibanding dengan sistem bagi hasil dengan kafalah-kafalah tertentu?

Bitcoin tidak memiliki batas geografis, zona ekonomi, maupun politis. Ya kalau tidak ada batas berarti tidak ada halangan dalam bentuk apapun juga dalam setiap transaksi. Seseorang dari Jakarta dan Guangdong misalnya bisa langsung bertransaksi ketika mereka bertemu di Ho Chi Minh tanpa harus menukarkan uang di money changer ke mata uang lokal atau misalnya dolar, dan ketika berpindah ke negara lain juga tidak juga harus menukarkan uang ke mata uang lain.

Kemudian karena sifatnya digital, tentu saja tidak akan muncul masalah yang disebabkan oleh mata uang fisik dalam hal membawa atau memindahkan. Ini tidak usah dibahas sampai detail lah ya.

Berkaitan dengan siapa penemu Bitcoin dan kejadian menarik yang perlu untuk diketahui belakangan ini, telah ramai dibahas oleh media-media internasional dan blog-blog personal dalam ranah isu teknologi mulai awal Mei 2016 kemarin, bahwa muncul banyak pro dan kontra yang membahas tentang Craig Wright, seorang yang berkebangsaan Australia yang mengaku sebagai Satoshi Namakoto, kreator dari Bitcoin.

Kehebohan itu diawali dari klaim terhadap sejumlah kecil nilai awal Bitcoin yang diberi nama seperti nama kitab pertama Taurat; yaitu blok Genesis yang diklaim dimiliki oleh Wright. Blok Genesis ini merupakan rantai blok pertama yang diciptakan dan difungsikan sebagai awal mula dari semua blok rantai yang saat ini beredar hingga saat ini, dimana setiap transaksi nilai yang terjadi diikuti dengan penambahan jumlah nilai yang akan diberikan kepada penambang (miner). Transaksi tersebut dilakukan dari Nakamoto kepada Hal Finney seorang aktifis kriptografis yang juga aktif menjadi anggota tim pengembang pertama Bitcoin sebelum kematiannya pada tahun 2014.

Satoshi Nakamoto memiliki rantai blok tersebut yang dapat diverifikasi menggunakan kunci kriptografis yang menurut klaim tersebut juga dimiliki oleh Craig Wright. Hal ini pertama kali diinformasikan kepada BBC, The Economist dan GQ Magazine. Hal tersebut dikonfirmasi oleh anggota berpengaruh dari pengembang sistem Bitcoin, Gavin Andressen bahwa kunci tersebut adalah valid melalui sebuah tulisan di blognya dengan meyakinkan selain dalam beberapa interview yang dilakukan oleh beberapa media bahwa Wright tampat dengan sangat meyakinkan mengetahui apa yang dia bicarakan meskipun kadang terkesan tidak mengikuti arah diskusi yang dilakukan.

Setelah dilakukan verifikasi lebih mendalam oleh beberapa tim aktifis Bitcoin yang lain secara teknis, ditemukan banyak hal yang memperkuat skeptisme dari kalangan tim ini yang intinya klaim yang dilakukan tidak kuat dan tidak bisa dikatakan valid dengan sejumlah bukti kuat. Berkelit dari hal ini, Wright mengatakan bahwa dia akan menyediakan bukti luar biasa untuk klaim luar biasa yang telah dilakukannya.

Wright sebelumnya juga pernah disangka sebagai kreator dari Bitcoin pada tahun 2015 namun tidak dapat divalidasi, hingga pengakuan yang dilakukannya saat ini tetap tidak bisa divalidasi dan memunculkan skeptisme yang menguat menjadi ketidakpercayaan dengan sentimen yang semakin negatif terhadap Wright secara personal. Sejak terakhir mengeluarkan statemen bahwa akan menyediakan bukti luar biasa tersebut, Wright menghilang dan mengatakan bahwa dia sudah capek dengan semua itu. Benar kurang lebih seperti itu.

Kalo pernah baca daftar 50 orang terkaya di Indonesia milik media online Forbes, disitu Hary Tanoe yang notabene adalah pemilik group MNC memiliki kekayaan sekitar 1 miliar dolar (per artikel ini ditulis). Puluhan perusahaan terkemuka, stasiun tv, bahkan juga mendirikan partai politik merupakan indikator kalau dia sudah sangat kaya (raya). Tetapi jika dibandingkan dengan saldo Bitcoin yang dimiliki oleh Satoshi Nakamoto si kreator Bitcoin, nilai yang dikonversi ke dolar setara dengan sekitar 0,5 miliar dolar. Setengah dari kekayaan Hary Tanoe.

Berdasarkan record dari transaksi publik yang terdapat di Bitcoin, akun (atau alamat dompet) yang diketahui milik Nakamoto berisi sekitar 1 juta bitcoin, dan nilai sekitar 0,5 miliar dolar itu konversi ke kurs dolarnya.

Yaa sebenarnya sah-sah aja sih orang Nakamoto yang menciptakan Bitcoin masa tidak boleh kecipratan (kebanjiran) duit sebanyak itu. Keluarga Rotschild juga berarti tidak masalah menjadi keluarga paling kaya sepanjang sejarah peradaban manusia dan menguasai perbankan dunia dong ya? Orang mereka kerja keras juga pastinya. *eh

Tapi kelihatannya usaha yang dilakukan pun tidak sesulit dan selama yang dilakukan oleh Hary Tanoe sepertinya ya. Kelihatannya gampang dan enak banget ya?

Mungkin kekayaan itu salah satu alasan Nakamoto untuk tetap menjadi pseudonym dan jika dia menampakkan diri dan mengakui ke publik tentang siapa dirinya dan kehidupan pribadinya, bukan tidak mungkin dia akan mendapat banyak ancaman yang mengganggu keselamatan hidupnya.

Sebelumnya memang pernah heboh dengan kemunculan sosok bernama Dorien Nakamoto yang bekerja sebagai engineer di proyek rahasia milik pemerintah Amerika. Namun dia tidak mengakui dan menyatakan tidak tahu-menahu soal mata uang kripto yang dikait-kaitkan dengan dirinya.

Kalo seseorang dalam posisi Craig Wright, dan memang dia adalah kreator Bitcoin, yang pasti dia sudah kaya. Dan dia tidak perlu mengaku-ngaku ke publik bahwa dia adalah sang kreator dengan memberikan klaim teknis yang memang sangat jauh dari mencukupi. Atau dengan klaim itu dia memang ingin mendapatkan akses terhadap akun-akun Nakamoto kemudian mengambil alih untuk dikuasainya? Mungkin juga karena memang Nakamoto sudah mengalihkan pekerjaan di Bitcoin ke Hal Finney yang memang sudah meninggal karena mengidap ALS, padahal dia adalah salah satu manusia kunci di Bitcoin.

Untuk para pemerhati dan penggiat teori pemufakatan jahat, hal ini adalah materi yang sangat menarik dan bisa diteliti dan digali lebih dalam lagi mungkin. Wk.

 

Catatan:
Artikel ini sifatnya opini pribadi, dan jika ada data atau fakta yang tidak akurat silahkan saja dikoreksi.

blog comments powered by Disqus